Kita minta lebih sabar, lalu ketika Allah menguji, kita mengeluh lagi ?
Kita minta lebih ikhlas, lalu ketika Allah mengambil sesuatu dari hidup kita, kita marah ?
Kita minta lebih kaya, lalu untuk sedekah saja masih berpikir sekian kali ?
Kita minta dihargai, lalu untuk menghargai orang lain saja masih berpikir sekian kali ?
Sebelum minta sesuatu ke Allah, pantaskan diri terlebih dahulu.
Sudah pantaskah kita minta bahagia ketika sholat atau kewajiban yang lainnya masih lalai ?
Mohon ampunku pada-Mu Ya Allah.
Jumat, 08 Mei 2015
Jumat, 23 Januari 2015
D'pakar caffe
HOLA EVERYBODY! It's been so long for me not to post anything on blog kali ini gw bakal ngulas sedikit tempat eksotis yang lagi happening di bandung
Nuansa eksotis, unik, elegan dan romantis merupakan kesan pertama yang dirasakan oleh siapa saja yang berkunjung ke Cafe D’Pakar. Singkat cerita, setelah melalui perjalanan sekitar kurang lebih 30 menit dari kampus tempat kami berkumpul akhirnya kami sampai juga di Cafe D’Pakar. Cafe yang bernuansa anti-mainstream, hanya dengan 20 ribu rupiah, satu piring nasi goreng dan satu gelas teh herbal hangat bisa kami dapatkan. Selain itu, kalian pun bisa memilih beberapa menu seperti pisang keju, pisang bakar, roti bakar, kopi aroma, kopi susu yang pastinya harganya dibawah kisaran 20 ribu rupiah, harga yang sangat murah, harga yang sebetulnya tidak sebanding dengan apa yang kami rasakan
Entah kata-kata seperti apa yang bisa melukiskan keindahan hutan yang terlihat dari sini, sejauh mata memandang yang terlihat hanyalah hijaunya dedaunan yang asri nan lebat.
Oh iya hampir lupa, alamat Cafe D’Pakar ini berada di Jl. Dago Pakar Utara, untuk nomor nya saya kurang tahu secara detail, yang pasti patokannya lurus terus dari Gua Pakar, setelah hutan ada gerbang sebelah kiri. Untuk patokan lebih jauhnya, Cafe ini berada sebelum kurang lebih 200m dari Warung Bandrek.
Nuansa eksotis, unik, elegan dan romantis merupakan kesan pertama yang dirasakan oleh siapa saja yang berkunjung ke Cafe D’Pakar. Singkat cerita, setelah melalui perjalanan sekitar kurang lebih 30 menit dari kampus tempat kami berkumpul akhirnya kami sampai juga di Cafe D’Pakar. Cafe yang bernuansa anti-mainstream, hanya dengan 20 ribu rupiah, satu piring nasi goreng dan satu gelas teh herbal hangat bisa kami dapatkan. Selain itu, kalian pun bisa memilih beberapa menu seperti pisang keju, pisang bakar, roti bakar, kopi aroma, kopi susu yang pastinya harganya dibawah kisaran 20 ribu rupiah, harga yang sangat murah, harga yang sebetulnya tidak sebanding dengan apa yang kami rasakan
Entah kata-kata seperti apa yang bisa melukiskan keindahan hutan yang terlihat dari sini, sejauh mata memandang yang terlihat hanyalah hijaunya dedaunan yang asri nan lebat.
Oh iya hampir lupa, alamat Cafe D’Pakar ini berada di Jl. Dago Pakar Utara, untuk nomor nya saya kurang tahu secara detail, yang pasti patokannya lurus terus dari Gua Pakar, setelah hutan ada gerbang sebelah kiri. Untuk patokan lebih jauhnya, Cafe ini berada sebelum kurang lebih 200m dari Warung Bandrek.
Sabtu, 29 November 2014
Sejak awal mengenal aktifitas bernama kerja, saya merasa kerja sebagai penghibur diri.
Saya mendapat hiburan dengan bekerja.
Saya suka bekerja.
Mencintai pekerjaan itu menyenangkan.
Dulu saya selalu senang.
Jika pun mendapat kesulitan dalam pekerjaan, saya dapat selesaikan. Ya, bukan berarti pekerjaan saya sekarang tidak dapat saya bereskan. Hanya saja sedikit energy untuk dapat menyelesaikannya.
Untuk saya, passion nomer satu dalam memilih pekerjaan, dan beruntunglah jika kalian ada di dalam pilihan tersebut.
Itu keberuntungan yang tidak semua orang dapatkan.
Bukan juga saya tidak mensyukuri pekerjaan saya sekarang, hanya satu yang saya rindukan.
Rindu merasa senang bekerja.
Butuh kamu yang hangat.
Kata begitu bisa menghangatkan. Iya hanya kata yang aku butuhkan jika kamu sedang tak ada di dekatku.
Aku begitu percaya kata ketika gerikmu tak bisa aku lihat. Ketika jemarimu tak bisa aku raba. Hanya kata, tak apa kamu gombal sekalipun, aku suka. Atau kamu hanya berbasa basi, tak apa aku suka.
Aku suka rasa dalam kata. Hangat.
KAMU TERLALU INDAH
Bahwa kamu terlalu indah. Bahwa saya selalu bilang kepada diri saya sendiri bahwa, “kualitas terbaik dari diri setiap orang itu ada di sini” kata saya sambil menunjuk ke dada. Bahwa kualitas terbaik dari diri kamu bukan ada pada bagaimana cara kamu berdandan, tetapi ada di sini.
Semoga kamu percaya. Bahwa setiap kali saya hendak mandi, menyikat gigi, dan melihat ke cermin, saya selalu bicara kepada diri saya sendiri lalu menunjuk kepada dada saya sendiri, dan bicara kepada diri saya sendiri bahwa saya juga punya kualitas baik.
Saya adalah orang yang percaya bahwa kamu sangat lembut. Bahwa saya harus berhati- hati denganmu, karena saya takut kamu pecah. Kamu sangat rapuh, saya harus memperlakukan kamu dengan benar. Tetapi di balik kamu yang rapuh itu, kamu sebenarnya adalah pelindung yang kokoh. Bahwa kamu bukan hanya yang pertama, kamu adalah yang melindungi itu.
Saya bisa merasakan bahwa ada mekanisme pertahanan yang biasanya kamu bangun untuk diri kamu sendiri, supaya orang tidak melihat sisi kamu yang lainnya, tetapi jauh-jauh di dalam hatimu saya percaya bahwa kamu itu berbeda. Kamu punya visi. Walaupun pada saat ini mungkin belum kelihatan.
Saya bukan hanya sedang tergila-gila, saya sedang mendoakan kamu setiap hari. Semoga kelak, kita bertemu walaupun saat ini mungkin jalan-jalan kita bercabang.
Sabtu, 22 November 2014
Ada seseorang yang pernah begitu bahagia dalam kikuk jumpa pertamanya dengan mu, Ada seseorang yang pernah begitu merona warna pipinya ketika kau sanjung dengan guyonan standar, dan ada seseorang yang pernah begitu bangga ketika menceritakan mu kepada teman sekantornya dan orang tuanya. Ada seseorang yang pernah begitu merasa utuh ketika kau genggam tanganya, orang itu masih sama seperti dulu sama seperti ketika 2 tahun lalu bertemu, orang itu masih aku :)
Terimakasih sudah bersedia mengenalku di antara banyak kemungkinan yang lebih baik untuk mu andsyq <3 p="">
Terimakasih sudah bersedia mengenalku di antara banyak kemungkinan yang lebih baik untuk mu andsyq <3 p="">
Sabtu, 18 Oktober 2014
Nanny's Pavilion - Home
Evening,
Bandung!
Walaupun
udah terlalu malem buat recommending a food place, tapi nggak ada kata
kemaleman buat ngasih review tempat makan asik dong ya, siapa tau malem ini
atau besok-besok butuh tempat yang cozy untuk makan bareng temen, keluarga,
atau bahkan orang terkasih
Well, I
recommend you to come to a food place named Nanny’s Pavillon. Letaknya sendiri
di jalan Riau, tepatnya di sebelah Karnivor. Cukup mudah mencapai tempat ini
karena letaknya yang memang persis di pusat keramaian kota Bandung. Nanny’s
sendiri sebenarnya nggak hanya ada di kota Bandung, melainkan di Jakarta, Bali,
bahkan hingga Malaysia.
Saat
kesana hari Sabtu malem kemaren, suasana Nanny’s lagi lumayan penuh. Gue dapet
antrian waiting list ke-delapan, padahal waktu makan malam udah lewat, sekitar
jam setengah sembilan malam, dan setelah gue masih ada juga yang datang dan
antre di waiting list juga. Kalo mau suasana yang agak santai, gue saranin
dateng pas weekdays sih, biar bisa sambil menikmati tempatnya juga. Rata-rata
yang dateng kesana sih rombongan keluarga gitu, kalo engga ya anak-anak muda
kekinian gitu deh
Nanny’s
is such a hommie place to enjoy the foods. Konsepnya sendiri ya memang ‘hommie’
gitu. Terlihat dari interiornya yang memang terbagi menjadi beberapa tempat
layaknya rumah, such as living room, kitchen, bahkan hingga bathroom juga ada.
Karena tempatnya yang sedang penuh, kami nggak bisa milih tempat yang semau
kami, melainkan dipilihkan oleh waitress-nya. Untungnya meja yang dipilihkan
ini cukup aman karena nggak begitu dekat dengan keramaian orang-orang.
Well, the
menues! Nanny’s ini terkenal dengan the house of pancake, jadi nggak sah
rasanya jika pesan menu selain pancake. So here we are, ordered Black Crunchy
Caramel and Crazy Chocolate Waffle. Sementara beverage-nya sendiri kami pilih
Vanilla Milkshake dan Blueberry Lemonade. But, buat yang pengen makanan berat
selain pancake, ada kok, dan kebanyakan memang western foods karena mereka
mengusung tema French-American resto gitu.
Though we
had to wait for about twenty minutes, the foods were worth the wait. Pancake
black crunchy caramel yang gue pesen adalah pancake hangat yang dihidangkan
dengan saus karamel dan topping vanilla ice cream serta oreo. Pancake-nya
lembut, gurih dan tebel, pas banget dipadu dengan manisnya vanilla ice cream
dan crunchy-nya oreo di atasnya.
Overall,
Nanny’s Pavillon can be said as one of suitable spot to have a quality time
with a quaity foods and beverages. Have a try!
Langganan:
Postingan (Atom)